Kemenpora Ingatkan Pemuda Bijak Bermedia Sosial

Kemenpora Ingatkan Pemuda Bijak Bermedia Sosial

Kemenpora Ingatkan Pemuda Bijak Bermedia Sosial . Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia mengingatkan pemuda-pemudi Indonesia untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tetap waspada terhadap penyebaran hoaks di tengah masyarakat. Dalam era digital ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Namun, penggunaan yang tidak bijak dapat berdampak negatif baik bagi individu maupun masyarakat secara luas.

Media sosial memiliki potensi besar untuk menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Namun, tanpa pengawasan dan pemahaman yang baik, informasi yang disebarkan dapat menjadi senjata berbahaya yang dapat merusak reputasi seseorang atau bahkan memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk memahami pentingnya menjadi pengguna yang bijak dan bertanggung jawab di media sosial.

Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Hoaks atau berita palsu seringkali menyebar dengan cepat di media sosial, dan tanpa kehati-hatian, kita bisa menjadi bagian dari penyebaran informasi yang tidak benar. Sebelum membagikan suatu informasi, penting untuk memeriksa sumbernya, membandingkannya dengan sumber lain, dan mengonfirmasi kebenarannya. Dengan cara ini, kita dapat membantu mencegah penyebaran hoaks dan memastikan bahwa informasi yang kita bagikan adalah akurat dan dapat dipercaya.

Selain itu, penting juga untuk tidak terjebak dalam perang komentar yang tidak sehat di media sosial. Seringkali, media sosial menjadi tempat di mana orang-orang dengan berbagai pandangan saling berdebat secara tidak sehat dan saling menyerang satu sama lain. Sebagai pemuda-pemudi yang cerdas, kita harus mampu memilih dan menghindari terlibat dalam perdebatan yang tidak produktif dan hanya akan menimbulkan konflik di antara sesama pengguna media sosial. Lebih baik fokus pada hal-hal yang positif dan membangun, serta menghindari menyebarkan kebencian atau berita yang tidak benar.

Kemenpora Ingatkan Pemuda Bijak Bermedia Sosial

Kemenpora juga mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk aktif dalam menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat di media sosial. Dalam era digital ini, kita memiliki kekuatan untuk menjadi agen perubahan melalui media sosial. Dengan membagikan informasi yang bermanfaat, menginspirasi, dan mempromosikan nilai-nilai positif, kita dapat mempengaruhi orang lain dengan cara yang baik dan membangun masyarakat yang lebih baik.

Terakhir, Kemenpora juga mengingatkan pemuda-pemudi Indonesia untuk selalu menjaga privasi dan keamanan dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah memberikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal, hindari membagikan informasi yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, dan selalu atur pengaturan privasi di akun media sosial kita. Dengan menjaga privasi dan keamanan, kita dapat mengurangi risiko penyalahgunaan informasi pribadi dan menjaga diri kita dari ancaman cyber.

Sebagai pemuda-pemudi Indonesia, kita memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Dengan menjadi pengguna media sosial yang bijak, kita dapat membantu mencegah penyebaran hoaks dan informasi palsu, mempromosikan nilai-nilai positif, dan menjaga keamanan dan privasi kita sendiri. Mari kita jadikan media sosial sebagai alat yang bermanfaat dan positif dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar acara Nonton Bareng dan Talk Show Muda Memilih dengan Tema ‘Bijak Bermedia Sosial di Tengah Masa Krisis’ yang diselenggarakan di Theater Wisma Menpora, Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (14/12).

Kemenpora Ingatkan Pemuda Bijak Bermedia Sosial

Nonton Bareng dan Talk Show ini diikuti peserta dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta dan sekitarnya serta diikuti beberapa organisasi kepemudaan.

Menghadirkan para narasumber yang kompeten seperti Program Coordinator Siberkreasi Abd. Hamas Nahdly, Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago serta dipandu moderator Standup Comedian Duto Triadji.

Asisten Deputi Wawasan Pemuda Edi Nurinda Susila secara resmi membuka acara dan menyampaikan serta mengingatkan kepada generasi muda untuk bijak dalam bermedia sosial di tengah krisis (jelang Pilpres 2024). Serta mengantisipasi berita-berita hoaks yang masih merebak di tengah masyarakat.

“Adik-adik para peserta semua adalah generasi muda, garda bangsa dan pemimpin di masa yang akan datang. Melalui film pendek ini kita sebagai pemuda harus memiliki peran penting dalam memfilter informasi yang diterima,” ujarnya.

“Penyebaran informasi hoaks di Indonesia masih menjadi masalah serius terlebih di tengah-tengah menjelang Pemilihan Presiden 2024. Jadi adik-adik harus hati-hati bermain dengan media sosialnya. Serta silahkan memilih (Pilpres 2024) tapi tidak boleh menghujat,” pesannya.

Menurut data BPS tahun 2022 lanjutnya, sebanyak 68 juta jiwa penduduk Indonesia masuk dalam kategori pemuda. Selain itu Indonesia juga akan menghadapi bonus demografi, para peserta menjadi bagian didalamnya.

“Potensi bonus demografi ini harus dimanfaatkan dengan baik agar negara tidak rugi. Adik-adik harus berjuang, belajar keras untuk bersaing, berkolaborasi dan bersinergi dengan pemuda lainnya di seluruh Indonesia,” imbuh Edi.

“Melalui kegiatan ini mari kita gunakan untuk belajar dan tumbuh bersama dan mari kita jadikan ini merupakan langkah awal kita menjadi pemuda yang bijak dalam menggunakan media sosial serta berkontribusi positif bagi bangsa. Dengan bacaan basmallah kegiatan ini resmi saya buka,” ucapnya.

Kemenpora Ingatkan Pemuda Bijak Bermedia Sosial

Diawal acara para peserta yang merupakan pemuda dan Generasi Z ini diajak untuk menyaksikan Film pendek berjudul Tilik yang dirilis tahun 2018 lalu. Film ini mengajarkan tentang pentingnya mengantisipasi hoaks yang merebak di tengah masyarakat.

Program Coordinator Siberkreasi Abd. Hamas Nahdly juga mengingatkan kepada generasi muda untuk saring sebelum sharing, sabar sebelum sebar serius, serta bijak bersosial media.

“Ruang internet atau ruang digital itu sudah bukan lagi dunia maya, itu adalah dunia yang sangat riil, realita sosial semua hadir disana dari berbagai aspek dan isu dan tugas kita sebagai pengguna ruang digital adalah harus menjadi orang yang bijak dan serius dalam bermedia sosial, serius menggali informasi, serius memilah informasi dan serius menyebarkan informasi. Saring sebelum sharing dan sabar sebelum sebar,” pesannya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis