Kemenpora Gelar Talkshow Kesukarelawanan

Kemenpora Gelar Talkshow Kesukarelawanan

Kemenpora Gelar Talkshow Kepeloporan dan Kesukarelawanan “Anak Muda Siaga Hadapi Bencana”

Kemenpora Gelar Talkshow Kesukarelawanan. Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menggelar talkshow kepeloporan dan kesukarelawanan yang bertajuk “Anak Muda Siaga Hadapi Bencana”. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan tujuan untuk mengedukasi dan memberdayakan generasi muda dalam menghadapi situasi darurat.

Talkshow ini merupakan bagian dari program Kemenpora yang fokus pada pengembangan kepemimpinan dan kewirausahaan pemuda. Dalam acara ini, akan dihadirkan narasumber yang ahli di bidang penanggulangan bencana, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia (PMI), dan organisasi-organisasi pemuda yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

Salah satu tujuan utama dari talkshow ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada anak muda tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Mereka akan diberikan pengetahuan tentang berbagai jenis bencana yang mungkin terjadi di Indonesia, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan lain-lain. Selain itu, mereka juga akan diajarkan tentang langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi bencana, termasuk evakuasi, pertolongan pertama, dan penyelamatan diri.

Talkshow ini juga akan membahas peran penting pemuda dalam upaya penanggulangan bencana. Anak muda memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi dalam situasi darurat, baik sebagai relawan maupun sebagai pemimpin. Mereka memiliki energi, kreativitas, dan semangat yang dapat menjadi kekuatan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Kemenpora Gelar Talkshow Kesukarelawanan

Selain itu, talkshow ini juga akan memberikan informasi tentang berbagai program dan kegiatan yang dapat diikuti oleh anak muda dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi bencana. Kemenpora akan memperkenalkan program-program seperti pelatihan kesiapsiagaan bencana, pertukaran pemuda antar negara, dan pengembangan inovasi teknologi untuk penanggulangan bencana.

Partisipasi anak muda dalam talkshow ini sangat diharapkan. Mereka akan diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, ide, dan inisiatif mereka dalam menghadapi bencana. Kemenpora juga akan membuka kesempatan bagi anak muda untuk bergabung dengan organisasi-organisasi pemuda yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, sehingga mereka dapat terlibat secara langsung dalam upaya penanggulangan bencana.

Talkshow kepeloporan dan kesukarelawanan “Anak Muda Siaga Hadapi Bencana” ini akan diadakan secara daring (online) melalui platform video conference. Pendaftaran dapat dilakukan melalui website resmi Kemenpora atau melalui media sosial Kemenpora. Peserta yang berhasil mendaftar akan menerima link akses ke talkshow tersebut.

Dalam menghadapi bencana, kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi masyarakat. Melalui talkshow ini, diharapkan anak muda dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat. Mereka akan menjadi generasi yang berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana dan membantu membangun Indonesia yang lebih tangguh.

Kemenpora Gelar Talkshow Kesukarelawanan

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar Talkshow Kepeloporan dan Kesukarelawanan, Kamis (14/12) pagi. Bertema “Anak Muda Siaga Hadapi Bencana”, acara ini membuka rangkaian kegiatan “Rembuk Pemuda: Bareng-Bareng Tangguh Bencana!” garapan Kemenpora.

Puluhan peserta menghadiri acara yang berlangsung di Auditorium Wisma Kemenpora ini. Terdiri dari kalangan pelajar SMA yang tergabung dalam PMR, Pramuka, dan Pencinta Alam, serta mahasiswa yang aktif di berbagai UKM yang memiliki fokus pada isu ketangguhan bencana.

Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora Yohan yang membuka gelar wicara menuturkan, melihat kondisinya, Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi bencana. Baik bencana yang disebabkan faktor alam, nonalam, maupun faktor sosial yang menyebabkan timbulnya korban.

Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020 mengungkap, lebih dari 24 ribu bencana terjadi di Indonesia dalam dua dekade terakhir. Dengan total korban meninggal mencapai 188.854 jiwa.

“Secara bersamaan, 254 juta jiwa penduduk mempunyai risiko tinggi terkena bencana. Melalui valuasi ekonomi, ternyata potensi kerugian secara fisik diperkirakan mencapai Rp670 triliun dan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp481 triliun,” urai Staf Ahli dalam sambutannya.

Karena itu, perlu dilakukan pengelolaan bencana secara baik dan serius. Khususnya dalam upaya mengurangi terjadinya risiko bencana secara menyeluruh di Indonesia. Hal itulah yang salah satunya mendasari digelar acara ini.

Kemenpora Gelar Talkshow Kesukarelawanan

“Kita juga perlu membekali baik secara individu maupun kelompok kemampuan resiliensi atau ketangguhan terhadap bencana. Resiliensi dapat diartikan sebagai kemampuan individu, komunitas, unit sosial, atau organisasi yang mampu untuk mengadopsi, melakukan perbaikan terhadap kondisi bencana,” terang Staf Ahli Yohan.

“Kemampuan resiliensi ini menjadi kunci keberhasilan tindakan yang akan diambil ketika bencana itu datang berdasarkan pengetahuan atau pengalaman,” sambung Staf Ahli.

Menurut Staf Ahli Yohan, gelar wicara ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas organisasi atau komunitas kepemudaan untuk melakukan berbagai langkah preventif dalam menghadapi bencana. Harapannya pascakegiatan dapat dibangun forum komunikasi pemuda tanggap bencana untuk meningkatkan peran pemuda dalam melakukan tindakan preventif dalam menghadapi bencana.

“Di antaranya pengetahuan pemuda dan organisasi atau komunitas terkait isu kebencanaan di Indonesia dapat ditingkatkan,” tegas Yohan.

Dengan menggandeng Indonesia Resilience (Ires) dan BNPB, gelar wicara ini menghadirkan empat narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Staf Khusus (Stafsus) Bidang Kelembagaan Potensi Pemuda Kemenpora Venno Tetelepta, Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Ahmad Fauzi Yunus, Penyuluh Sosial Ahli Madya Yustina Suhartiningsih, dan Deputy Project Director USAID KUAT Indonesia Victor Rembeth.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis